7 VIRTUAL TOUR MUSEUM YANG BISA KAMU NIKMATI DI RUMAH

0

Aktivitas ruang publik dihentikan sementara untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Sejumlah museum pun ditutup untuk mendukung upaya ini. Meski begitu, banyak museum yang membuat platform berupa virtual tour museum yang dapat diakses dengan internet.

Dengan teknologi virtual tour, kita bisa melihat isi museum tanpa harus pergi ke lokasi. Berikut ini ada 7 museum di Indonesia yang memiliki platform untuk virtual tour museum yang bisa kamu coba.

You also may like

MUSEUM NASIONAL

Virtual Tour Museum pertama yang bisa kamu nikmati adalah Virtual Tour Museum Nasional. Berlokasi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Museum Nasional menyimpan berbagai koleksi dari bidang arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi. Ada banyak benda kuno yang dihadirkan di museum ini. Seluruhnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya ada koleksi arca, prasasti, dan barang-barang lainnya. Koleksi di museum ini jumlahnya mencapati lebih dari 140.000 buah.

Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia

Untuk dapat menjelajahi Museum Nasional di masa #diruamhaja ini, kita bisa mengaksesnya melalui situs Museum Nasional. Begitu masuk ke dalam situs tersebut, kita akan langsung disambut dengan pemandangan luar gedung museum dengan monumen patung gajah di bagian depannya. Tampilan laman ini berupa foto 360 derajat. Dalam situs vitual tour ini tersaji beberapa menu, di antaranya denah museum, objek koleksi Museum Nasional, serta pilihan beberapa spot bagian dalam museum.

MUSEUM MARITIM

Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan luas kawasan perairannya. Sejarah panjang dunia perlayaran di Indonesia tersaji dalam Museum Maritim. Museum yang berlokasi di Jalan Pasoso No. 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ini menghadirkan informasi mengenai awal mula pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia. Kita dapat menjelajahi virtual tour Museum Maritim dalam situs museum tersebut.

Museum Maritim Indonesia
Museum Maritim Indonesia

Museum Maritim adalah museum yang didirikan oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) secara khusus mengangkat maritim sebagai tema utamanya. Di dalam museum maritim, dipamerkan berbagai macam benda-benda bersejarah berbau maritim, seperti kapal, lukisan, senjata angkatan laut, maupun benda-benda lain yang berhubungan dengan dunia maritim.

MUSEUM KEPRESIDENAN BALAI KIRTI

Di dalam Kebun Raya Bogor, terdapat sebuah museum yang memberikan informasi mengenai sejarah para presiden Indonesia. Museum kepresidean ini dikenal juga dengan nama Museum Balai Kirti. Jika kamu ingin mengenal lebih jauh mengenai para presiden Indonesia, di sinilah tempatnya. Museum ini menawarkan pengalaman virtual tour museum yang dapat diakses pada situs Museum Kepresidenan.

Museum Kepresidenan Balai Kirti
Museum Kepresidenan Balai Kirti

Museum Kepresidenan Balai Kirti memiliki beberapa koleksi benda pribadi milik para Presiden di Indonesia yang dibagi menjadi beberapa cluster yaitu : Cluster Soekarno (40 koleksi benda pribadi), cluster Soeharto (81 koleksi benda pribadi), cluster B.J. Habibie (44 koleksi), cluster Abdurrahman Wahid (34 koleksi), cluster Megawati (34 koleksi), dan cluster Susilo Bambang Yudhoyono (92 koleksi).

MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA

Virtual Tour Museum yang bisa kamu nikmati berikutnya adalah Museum Konferensi Asia Afrika yang ada di Kota Bandung. Museum ini berlokasi di Gedung Merdeka, bangunan yang dahulu digunakan untuk konferensi. Untuk mengintip isi museum ini dengan virtual tour, kita bisa mengaksesnya pada situs Museum Konferensi Asia Afrika.

Museum Konferensi Asia Afrika
Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika hadir untuk memberikan informasi mengenai sejarah Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada tahun 1955. Konferensi ini merupakan bentuk persatuan negara-negara di Asia dan Afrika untuk memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian dunia.

BALAI KONSERVASI BOROBUDUR

Akses digital Balai Konservasi Borobudur bisa kamu tuju melalui laman kebudayaan.kemdikbud.go.id/bkb atau borobudurpedia.id. Kamu juga bisa akses melalui Borobudur Virtual atau laman Google Arts & Culture.

Candi Borobudur
Candi Borobudur

Candi Borobudur memiliki beberapa patung dengan ukuran yang berbeda-beda yang bisa ditemukan hampir di setiap sudut candi. Selain itu, mereka juga memiliki beberapa relief yang bisa kamu lihat terpampang di sepanjang tembok candi. Walaupun dari rumah kamu bisa menikmati kemegahan dari Candi Borobudur ini.

YAYASAN BIENALLE YOGYAKARTA

Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY) adalah sebuah yayasan yang berbasis di Yogyakarta, dan merupakan penyelenggara Biennale Jogja. Yayasan ini berdiri pada 23 Agustus 2010 dengan tujuan untuk menginisiasi dan memfasilitasi berbagai upaya mendapatkan konsep strategis perencanaan kota yang berbasis seni-budaya, penyempurnaan blue print kultural kota masa depan sebagai ruang hidup bersama yang adil dan demokratis.

Yayasan Bienalle Yogyakarta
Yayasan Bienalle Yogyakarta

YBY juga berfokus pada pengembangan dan pengelolaan kekayaan budaya sebagai upaya untuk membangun dan mengoptimalkan seluruh potensi kreativitas dari manusia-manusia pencipta karya budaya maupun pemanfaatan seluruh aset budaya yang telah ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Yayasan Biennale memiliki tiga pameran virtual yang bisa kamu lihat. Kamu hanya perlu kunjungi laman Google Arts & Culture.

ARMA MUSEUM

Virtual Tour Museum berikutnya yang dapat kamu nikmati adalah dari Arma Museum. ARMA merupakan singkatan dari Agung Rai Museum of Art, sebuah museum bernilai seni tinggi yang berada di Ubud, Bali. Museum ARMA mulai dibuka untuk umum sejak 9 Juni 1996, sebagai wujud kecintaan pemiliknya, Agung Rai, pada seni dan Budaya Bali. ARMA bukan hanya sebuah museum, melainkan pusat seni dan pertunjukan.

ARMA Museum Ubud
ARMA Museum Ubud

Pengunjung bisa menikmati berbagai hal terkait seni, mulai dari koleksi lukisan permanen, pameran, pertunjukan teater, tari, kelas musik dan melukis. Juga ada ruang baca, lokakarya budaya, seminar, hingga program pelatihan. Menggabungkan unsur alam dan seni ternyata memang menjadi tujuan dari Museum ARMA. Tujuan itu ditegaskan lewat konsep museum yang terintegrasi. Sehingga ARMA tidak hanya memamerkan karya buatan manusia, tetapi juga menyelipkan unsur-unsur alam serta pendidikan. Kamu bisa menikmati Virtual Tour Museum dengan mengakses link di Google Arts & Culture.

You may also like

Share This!